Kunci kesehatan keluarga: Sarapan Sehat Berprotein

Pernah menjual dan menggadaikan perhiasan untuk biaya tak terduga? misalnya untuk membayar tagihan hutang, dana dadakan akibat terkena musibah, atau untuk membayar biaya pengobatan rumah sakit?

Ya, saya pernah berada pada fase itu. Fase di mana harus menggunakan dana cadangan untuk biaya pengobatan anggota keluarga.

Sebagian orang memang terlahir dalam kondisi rejeki melimpah ruah gak habis tujuh turunan, sebagian yang lain harus berusaha keras demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saya bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Sang Pengasih walaupun pada masa itu masih harus banyak menabung agar memiliki dana cadangan untuk hal-hal yang tak terduga.

Benar saja kejadian. Si kecil terserang tifus dan harus dirawat inap sementara limit asuransi tinggal sedikit lagi hingga kami harus menggunakan dana pribadi untuk menanggung kelebihan beban biaya pengobatan. Dana cadangan yang memang masih sedikit langsung habis dalam semalam. Lalu kami pun turut menemani si kecil dirawat inap selama lima hari. Ya alhamdulillah, penyakitnya berangsur pulih meskipun si kecil pasti terkena demam lagi selama beberapa bulan ke depan dan itu terjadi setiap bulan.

Oh si adek…

Bersedih iya. Menyesali iya. Memarahi diri sendiri, pasti. Pada akhirnya saya jadi paham mengapa dulu ibu saya begitu nyinyir agar anak-anaknya harus menghabiskan sarapan dan harus minum susu tiap pagi. Sebab, bila anak sakit sungguh memberikan rasa penyesalan luar biasa bagi si ibu. Dia merasa gagal.

Saya merasa gagal.

Tapi cukuplah dengan semua kesedihan dan kegagalan itu. Dana cadangan telah habis demi kesehatan anak, lalu apa? penyesalan itu berbahaya maka kita harus menikmati tiap musibah yang datang entah itu ringan atau berat. Menikmati dan mengambil hikmah di setiap proses kehidupan.

Alhamdulillah, saya beranjak dari merasa gagal menjadi merasa puas karena berhasil mengerti hikmah di balik semua itu. Saya mengerti dan setuju bahwa sakit itu mahal. Sakit hati, sakit badan, sakit nurani, semuanya mahal, semuanya mengeluarkan dana besar. Itu pula mengapa hingga saat ini saya dan keluarga mempertahankan menu sarapan sehat berprotein tinggi yang dikonsumsi tiap pagi demi kesehatan keluarga.

Mudah-mudahan, insyaAllah, kita sehat walafiat. Pada akhirnya kita pun paham bahwa sakit itu anugrah.

Bagaimana dengan Anda? apakah Anda memiliki tips untuk menjaga kesehatan keluarga? sampaikan komentar Anda di sini, itu bermanfaat bagi para pembaca. Jika catatan ini bermanfaat bagi orang terdekat Anda, silahkan dibagi.

Iklan

Penulis: indrihandayani

Indri, begitu panggilannya, adalah seorang make-up artist dan esthetician, spesialis di bidang Artistry dan kini sedang belajar mengenai fitonutrisi. Dia tergabung ke international entrepreneurial membership of TQG, suatu sistem entrepreneurship internasional yang memiliki teknik teruji dan ada cabang di berbagai negara. Ngeblog adalah Passion dan berdagang adalah pilihan hidup. Baginya, Shinhwa itu vitamin dan kalo udah selesai semua kerjaan, dia mengisi waktu dengan kristikan sambil menikmati personally brewing of iced americano.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s