sukses bisnis rumahan: mengatur waktu untuk keluarga

Hello para pembaca…

Bagaimana hari-hari Anda?

Jika kita melakukan aktivitas yang digeluti, disukai, wajar bila kita merasa waktu berlalu begitu cepat. Hari berlalu begitu cepat, tiba-tiba sudah akhir pekan dan tiba-tiba Senin datang lagi. Lalu, kita pun berpikir, apakah kita telah melakukan hal yang benar dan bermanfaat beberapa hari ini? apa yang akan kita lakukan besok? besoknya lagi? bermanfaatkah? efektifkah?

Liebling pernah menyampaikan kepadaku tentang cita-citanya, impian yang ingin dicapai pada lima tahun mendatang. Dia seorang karyawan dan tentu saja punya impian. Impiannya itu gak bisa dicapai jika hanya mengandalkan upah karyawan. Dia harus melakukan sesuatu untuk menambah penghasilan, dia ingin melakukannya, kami ingin melakukannya.

Demi apa? demi Dia.

Itu abstrak, benar.

Sesuatu yang abstrak dan ghaib, gak bisa diterima dengan akal manusia jaman sekarang. Tapi mau gak mau, segala sesuatu yang kita lakukan memang demi Dia kan? setidaknya ini keyakinan kami.

Abstrak namun bisa diukur. Misalnya, lima tahun lagi dia ingin menunaikan ibadah haji demi Dia. Terukur kan?

Lalu kami pun memulai beberapa bisnis konvensional, berharap ada penghasilan tambahan dari situ. Setahun-dua tahun aliran kas masih stabil. Memasuki tahun ke tiga, aku menyerah karena tenaga dan waktu habis terkuras untuk menjaga kestabilan bisnis bagian hulu. Memantau proses produksi, memantau pegawai, dan sebagainya.

Menyerah lebih cepat untuk mendapatkan peluang yang lebih besar, bisakah?

Aku gak tau. Rejeki itu Tuhan yang mengatur. Kita hanya bisa berusaha dan beribadah, sisanya urusan Dia. Itu sebabnya, aku dan liebling memberanikan diri untuk mengambil peluang bisnis yang satu ini lagi-lagi karena Dia demi Dia, bukan yang lain. Abstrak…

Lalu apa yang terjadi?

Aku punya banyak waktu untuk beribadah, apalagi mengurus keluarga. Ini peran terbesar untukku kan? Liebling lebih menikmati kebersamaan bersama keluarga di akhir pekan karena beban pikiran lumayan berkurang. Berdagang tanpa berhutang itu bermanfaat kan?

Mudah-mudahan kita semua terbebas dari mudorot, amiin.

Bagaimana dengan Anda? jika Anda ingin berdagang, demi apa? sampaikan komentar Anda di sini, para pembaca membutuhkannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s