sukses bisnis rumahan: belajar total I

Hai para pembaca…

Pernahkah Anda jatuh? dalam artian, jatuh dalam karir, dalam berbisnis?

Jika Anda berbakti kepada perusahaan atau supplier Anda selama bertahun-tahun, bahkan Anda tergolong sangat royal pada perusahaan, lalu tiba-tiba perusahaan memberlakukan pensiun dini kepada Anda atau gaji dipotong hampir 30%, apa yang Anda lakukan? jika supplier itu melupakan Anda, apa yang Anda lakukan?

Jika kekasih Anda tiba-tiba selingkuh? atau tiba-tiba memutuskan hubungan tanpa sebab, apa yang akah terjadi?

Dunia seakan runtuh. Apalagi jika urusan uang. Apalagi jika dapur gak mengepul.

Hhhh… dunia… oh dunia…

Tak akan lari gunung dikejar bukan?

Jalan berkelok-kelok, mendaki bukit, tanjakan demi tanjakan seolah tanpa akhir. Kepala pusing dan perut pun mau muntah. Masihkah jauh gunung itu?

Kalau di kota Medan, masyarakatnya suka bertamasya ke gunung Sibayak atau Sinabung. Empat jam lalu masih berkutat dengan perut mual akibat jalan berliku dan menanjak. Kini sudah sampai di puncak yang menyuguhkan pemandangan danau Toba diselimuti awan. Indahnya…

Ketika kita berada di atas gunung, segalanya begitu indah bukan? tapi perjalanan menuju ke sana itu beneran memuakkan, ingin muntah, ingin pulang saja ke rumah lalu tiduran.

But no… orang-orang yang menjalani bisnis secara TOTAL tidak akan semudah itu banting setir pulang ke rumah. Total quality life adalah bagaimana cara agar kita menjalani segala sesuatu dengan TOTAL sehingga bisa sampai di puncak lalu menikmati pemandangan indah dari sana.

Hari demi hari aku jalani dengan TOTAL sebab aku tahu dan yakin bahwa menjadi partner bisnis dengan pemasok sekaligus produsen TOP dan mendunia ini memberi jaminan loyalitas yang sama kepadaku. Kalo beli sate padang yang murah dengan yang lebih mahal sedikit, apakah rasanya sama? jelas beda kan.

Aku sih suka sate padang yang di daerah kramat jati sana. Rasa dan harga sebanding lah.

Energi yang masuk = energi yang keluar

Itu idealnya…

Jika mobil pun perlu melewati tanjakan dan jalan berliku demi sampai ke puncak bukit, apakah kita gak perlu mendaki? pesawat aja gak bisa parkir di puncak sana.

Jika kemaren gajinya baru aja dipotong, gak perlu bersedih lah. Kita jalani saja semuanya dengan TOTAL. Jika kemaren baru putus, ya sudahlah, yang penting hidup kita semakin berkualitas, betul?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s