gaya hidup berkualitas: memori tak terlupakan di taman simalem

Halo para pembaca…

Anak-anak datang menghampiriku lalu berkeras minta makan lagi, lagi! padahal baru tiga jam lalu mereka makan makanan berat. Nasi menjadi makanan berat yang wajib dikonsumsi di nusantara ini kan? malah sebagian orang bilang, kalo gak makan nasi berarti ‘belum makan’ apakah kakak sama?

Pertumbuhan mereka begitu cepat dan waktu terus berjalan. Salah satu tanda-tanda kesehatan anak yang prima adalah meningkatnya nafsu makan. Baiklah, mereka menyantap makanan lagi sebab itu kebutuhan mendasar. Ketika mereka menyantap makanan yang dimasak, enak-tak enak, mewah-tak mewah, momen itu memberikan kebahagiaan tersendiri bagi orangtua kan?

Lain waktu, ketika mereka datang menghampiri ayahnya untuk mengajak mereka bertamasya, itu juga memberikan kebahagiaan tersendiri bagi orangtua. Baiklah hari Rabu nanti kita pergi piknik, begitu kata ayahnya. Anak-anak pun melompat-lompat kegirangan lalu menari-nari melampiaskan kebahagiaan yang tak terbendung. Kapan lagi ayahnya ada waktu untuk mengajak mereka bertamasya?

Awalnya kita ingin menyewa sebuah vila di daerah Brastagi, namun dirubah rencananya menjadi hanya menikmati pemandangan indah di Taman Simalem Resort. Mendaki ke sana aja memakan waktu tiga jam, ditambah tiga jam lagi perjalanan turun ke kota. Sementara banyak titik-titik pemandangan alam yang bisa kita nikmati di sana. Gak cukup sekali, rasanya ingin berkali-kali datang ke sana karena pemandangannya sungguh menakjubkan. Jika saja kita punya helikopter ya…

Pada hari Rabu, cuaca mendung dan hujan gerimis. Tanah longsor di daerah Kabanjahe telah dievakuasi oleh pihak berwajib tadi malam dan lalu lintas kembali berjalan normal. Kami berangkat dari rumah sekitar jam sebelas pagi dan singgah sebentar di daerah Brastagi untuk istirahat, makan siang, dan sholat. Cuaca masih mendung dan hujan datang-pergi sesuka hati. Betapa dingin dan kencangnya hembusan angin pada hari itu. Anak-anak berbekal makanan ringan asyik bergelut di dalam kendaraan hingga akhirnya tertidur. Kok gak nyampe-nyampe ya? tanya si kakak. Bertamasya ke puncak gunung pada hari Rabu itu adalah yang pertama kali dalam hidupnya. Capek dan bosan sudah pasti dialami olehnya sebab dia tak tahu apa yang akan didapat dari pengorbanan waktu berharganya, dia gak tahu apakah meninggalkan iPad di rumah sepadan dengan apa yang akan dilihatnya nanti.

Oh ya… anak-anak hanya tahu bahwa perjalanan ini sangat panjang, berliku, terus menanjak dan bikin pusing kepala.

Tapi coba lihat tebing-tebing tinggi itu!

WAAAH tinggi banget!

WAAAH ada air terjun!

WAAAAH ada sungai!

WAAAAH…

WAAAAH…

WAAAAH…

Takjub tak tertahankan, begitu rasanya. Begitulah yang mereka lihat setibanya di puncak gunung menuju Taman Simalem.

Danau Toba tertutup awan, puncak gunung tertutup awan, tebing yang terjal pun nyaris tak terlihat. Lihatlah dari puncak ini ke bawah jurang, hanya putihnya awan menyelimuti hijaunya hutan, luasnya danau, dan betapa terjalnya jurang itu. Anging bertiup kencang hingga mata perih. Bersenang-senanglah mereka yang mengenakan jaket dari rumah tadi. Tetapi bagi anak-anak, suasana hutan yang diselimuti awan, jalanan berkabut, bergemuruhnya hembusan angin sungguh memberi kesan tak ternilai dalam hidupnya. Mereka akan ingat kelak, bagaimana indahnya hutan tropis, bagaimana sejuknya puncak gunung, dan betapa takjubnya pemandangan alam.

Benar saja, sesampainya di rumah, mereka minta bertamasya ke gunung lagi.

Sekarang kami, orangtuanya, masih sehat walafiat, masih sanggup melakukan perjalanan jauh membawa mereka bertamasya hingga ke ujung pantai, hingga ke puncak gunung. Oma dan Opa mereka masih berstamina menemani cucunya dan melihat betapa gembiranya si cucu merasakan dinginnya awan menyelimuti puncak Taman Simalem.

Kapan terakhir kali Anda mengajak anak-anak mendaki gunung?

Pernah melihat sepasang kakek-nenek menemani cucunya mendaki gunung?

Kalau lihat acara petualangan di televisi Jepang dan Korea, banyak kakek-nenek yang masih sanggup mendaki bukit bersama cucunya. Jika menjaga daya tahan tubuh hingga kakek-nenek menjadi pintu jendela melihat momen-momen kebahagiaan yang dialami anak-cucu kelak, bukankah daya tahan tubuh itu begitu berharga untuk dijaga?

Orang-orang yang menjalani total quality business, melakoni total quality lifestyle sebaik mungkin demi menjaga kesehatan mereka. Sebab mereka ingin bisnisnya bertumbuh terus dan menikmati hasilnya selama mungkin bersama keluarga. Total quality lifestyle yang akan Anda jalani nanti pastinya membantu karir dan bisnis Anda bertumbuh sekaligus menikmati hasilnya selama mungkin bersama orang-orang tersayang. Lebaran di tahun ini, Anda dan keluarga mau berlibur ke mana?

Sampaikan komentar Anda di sini, para pembaca membutuhkannya.

Hari Kamis 09 Februari 2017 akan diadakan Total Quality Education di kota Medan. Anda akan mengetahui “6 kunci untuk melejitkan potensi gemilang Anda dan meningkatkan profit usaha dengan cara yang total dan berkualitas“. Apakah ini bermanfaat bagi Anda, saudara, atau teman? hubungi kami via Wapps 0895-3434–99664 untuk informasi dan pendaftaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s