Pertemuan dengan Profesor Tasawuf, Tarekat Naqsyabandiyah dari Syekh Bahauddin An-Naqsyabandiy di Uzbekistan Tinggal Sejarah

Uzbekistan: Jejak Sejarah Tarekat Naqsyabandiyah dan Manisnya Kehidupan

Perjalanan ke Uzbekistan bukan hanya sekadar berwisata, melainkan juga sebuah ziarah spiritual yang mendalam. Pengalaman ini dimulai dari pasar tradisional yang kaya akan aroma dan rasa. Di sana, berbagai kacang-kacangan, mulai dari Pecan, Almond, hingga Macadamia, tersaji menggoda. Begitu pula dengan aneka manisan buah kering yang memanjakan lidah. Kami mencoba semuanya, dan sungguh, rasanya luar biasa. Kacang-kacangan itu memiliki cita rasa yang belum pernah saya temui sebelumnya.

Di tengah perjalanan ini, kami mendapat kehormatan bertemu dengan dua profesor ilmu tasawuf di Uzbekistan. Keduanya adalah keturunan langsung dari Syekh Bahauddin An-Naqsyabandiy, sosok pendiri tarekat yang namanya mendunia. Pertemuan ini menjadi semakin istimewa karena kami hadir bersama Syekh H. Gazali An-Naqsyabandiy, penerus tarekat Naqsyabandiyah silsilah ke-36, yang juga merupakan putra dari Syekh Amir Damsar Syarif Alam, silsilah ke-35.

Dalam perbincangan, Syekh Gazali menyampaikan sebuah pesan yang sangat relevan dengan kehidupan modern. Beliau mengutip ajaran Syekh Bahauddin An-Naqsyabandiy, “umat Islam jangan menjadi miskin, jangan menjadi peminta-minta.” Ajaran ini menekankan pentingnya berikhtiar dan berusaha mengumpulkan harta sebagai bagian dari ibadah. Sebab, selama kita masih hidup di dunia, kebutuhan materi juga merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah SWT. Ajaran ini membuka wawasan bahwa spiritualitas tidak bisa dipisahkan dari upaya keras dalam menjalani kehidupan dunia.

Setelah diskusi yang mencerahkan, kami menikmati jamuan makan siang di sebuah restoran mewah. Hidangan yang disajikan berlimpah ruah: daging, nasi, dan berbagai hidangan khas Uzbekistan yang menggugah selera. Jujur saja, sebagai orang Indonesia yang terbiasa dengan porsi sederhana, saya merasa kewalahan menghabiskan semua hidangan itu.

Puncak dari pertemuan ini adalah pesan dari Guru Mursyid Syekh Gazali An-Naqsyabandiy. Beliau menegaskan bahwa saat ini, pengamal tarekat Naqsyabandiyah yang otentik di seluruh dunia hanyalah Tarekat Naqsyabandiyah Yayasan Jabal Qubis. Beliau menyampaikan bahwa di Uzbekistan sendiri, ajaran dari silsilah Syekh Bahauddin Naqsyabandiy kini hanya tinggal nama dan sejarah.

Perjalanan ini menyisakan banyak hikmah, dari manisnya cita rasa hingga pelajaran spiritual yang mendalam. Sebuah pengingat bahwa warisan spiritual perlu terus dijaga dan diamalkan, agar tidak hanya menjadi catatan sejarah semata.

Dua Hal Paling Banyak Menyebabkan Lupa

Ada dua hal yang paling banyak menyebabkan lupa, yaitu stres dan kurang tidur. Ada banyak faktor yang menyebabkan kita mudah lupa termasuk konsumsi obat-obatan. Namun dua hal ini adalah faktor penyebab yang sering kita alami bahkan di usia yang masih muda.

Mengapa seseorang yang masih muda sering lupa?

Berbeda dengan lansia, penyebab sering lupa pada usia muda seringkali berkaitan dengan gaya hidup yang buruk. Ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi, dan umumnya bisa teratasi dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Meski demikian, beberapa kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab sering lupa pada usia muda. Adapun ini merupakan penyebab yang serius dan seringkali membutuhkan perhatian. Untuk dapat lebih mengenali kondisi ini, berikut adalah berbagai penyebab sering lupa pada seseorang yang masih muda.

1. Stres, kecemasan, dan depresi

Stres, kecemasan, dan depresi memang kerap terjadi pada orang muda. Kondisi ini sering muncul karena faktor pekerjaan, sekolah, hingga masalah dengan keluarga, teman, atau pasangan. Adapun permasalahan tersebut bisa mengganggu konsentrasi, yang juga dapat menimbulkan permasalahan memori.

2. Kurang tidur

Efek kurang tidur pada orang yang masih muda, seringkali menjadi penyebab sering lupa. Anda yang masih muda mungkin memiliki segudang aktivitas yang menyita waktu, hingga tak cukup tidur atau bahkan kebiasaan screentime sebelum tidur. Adapun kurang tidur bisa menyebabkan perubahan suasana hati dan kecemasan, yang pada gilirannya bisa menimbulkan masalah ingatan.

Sumber:

Masih muda tapi sering lupa, mengapa?

Harvard Edu melansir tentang 7 hal umum penyebab lupa

Tips Mengatasi Lupa Sebelum Berangkat Kerja

Ada dua hal yang sering terlupakan sebelum berangkat kerja, yaitu barang penting seperti kunci, smartphone, dompet. Kemudian kita sering melupakan tugas yang harus dilakukan sebelum berangkat kerja seperti mematikan kompor dan jadwal meeting. Artikel lengkap tentang dua hal yang sering terlupakan sebelum berangkat ke kantor bisa Anda baca di sini. Agar kita dapat mengatasi lupa ini, ada beberapa tips yang bisa kita terapkan.

Tips untuk mengatasi lupa sebelum berangkat kerja:

  • Buat checklist:Buat daftar barang-barang yang perlu dibawa dan tugas yang perlu diselesaikan sebelum berangkat.
  • Siapkan barang-barang di malam hari:Letakkan barang-barang penting di tempat yang mudah terlihat agar tidak terlupakan.
  • Gunakan pengingat:Atur pengingat di ponsel atau gunakan aplikasi catatan untuk mengingatkan tugas-tugas penting.
  • Biasakan diri melakukan pengecekan:Sebelum berangkat, luangkan waktu untuk mengecek semua barang dan tugas yang perlu diselesaikan.
  • Hindari gangguan:Usahakan untuk tidak terlalu fokus pada hal lain saat bersiap-siap agar tidak mengganggu fokus pada hal-hal penting. 

Dengan melakukan beberapa langkah sederhana ini, diharapkan Anda bisa mengurangi risiko terlupa sebelum berangkat ke kantor.

Dua Hal Sering Terlupakan Sebelum Berangkat Kantor

Hal yang sering terlupakan sebelum berangkat kantor. Pernahkah Anda mengalaminya? semakin bertambah umur, daya ingat pun semakin menurun. Sering lupa itu mempengaruhi performa karir dan pekerjaan kita. Namun menurut alodokter usia muda pun sering mengalami kelupaan. Berikut beberapa hal yang sering terlupakan sebelum berangkat ke kantor termasuk: kunci, dompet, ponsel, alat kerja (seperti laptop atau tablet), makanan/minuman, atau bahkan kartu identitas. Selain itu, beberapa orang juga sering lupa mengecek jadwal pertemuan, mematikan kompor, atau mengunci pintu rumah. 

Berikut dua hal yang mungkin sering terlupakan dan perlu diperhatikan :

  1. Barang Penting. Hal yang sering terlupakan sebelum berangkat ke kantor adalah barang penting pula. Ini sering dialami bahkan di usia yang masih muda!
  2. Tugas atau Aktivitas. Pernahkah Anda mengalaminya? saya sering! dan apa yang saya alami ini berhubungan dengan umur haha!

Barang Penting

  • Kunci: Kunci rumah, kunci mobil, atau kunci kantor.
  • Dompet: Berisi kartu identitas, kartu kredit/debit, uang, dan kartu penting lainnya.
  • Ponsel: Sangat penting untuk komunikasi dan pekerjaan.
  • Laptop/Tablet: Jika dibutuhkan untuk bekerja.
  • Alat kerja lainnya: Seperti charger, headset, pena, atau catatan.
  • Bekal makanan/minuman: Jika tidak sempat sarapan atau membeli makanan di kantor. 

Tugas atau Aktivitas

  • Jadwal pertemuan: Terutama jika ada pertemuan penting di luar kantor.
  • Tugas yang harus diselesaikan: Beberapa orang mungkin lupa membawa dokumen atau file yang dibutuhkan untuk presentasi atau meeting.
  • Mematikan kompor/alat elektronik: Untuk menghindari risiko kebakaran atau kerusakan.
  • Mengunci pintu/jendela: Untuk keamanan rumah. 

Bukankah di antara kita ada yang pernah lupa mematikan Kompor dan peralatan elektronik sebelum berangkat ke kantor? ini berbahaya banget! mudah-mudahan artikel ini dapat dijadikan sebagai motivasi karir, selalu berpikir positif, dan meningkatkan performa pekerjaan kita.

Bersabar dan tidak tergesa-gesa adalah tindakan yang baik.

Baca: Tips untuk mengurangi Kelupaan

Pemasaran 01

Dalam pemasaran, ada istilah Diferensiasi Produk. Diferensiasi produk memberikan jalan pada non-price competition. So, bikinlah produk Anda berbeda dari pesaing yang ada.
Misalkan, ada produk pressed jus berbahan nanas dan apel. Diferensiasi dari produk pressed jus nanas apel apa ya? apakah jenis nanasnya? atau jenis apelnya?

Untuk pra pelaku UMKM, tentu teknologi yang digunakan tidak secanggih milik pabrik. Tapi jangan berkecil hati, Anda hanya perlu berfokus pada alat dan metode yang dikuasai. Apakah ada metode lain untuk membuat pressed juice selain menggunakan Masticating Juicer? apakah desain packaging? atau branding? atau pelaku UMKM ingin melakukan diferensiasi produk dari segi penjualan?

Aku lebih suka diferensiasi produk yang berpihak pada kemudahan menjual karena alasan budget wise. Di era internet dan gencarnya penggunaan media sosial, diferensiasi produk dari segi metode penjualan bisa dilakukan. Begitu pula dari segi pemasaran seperti branding logo. Para pelaku UMKM bisa menekan kompetisi harga dengan melakukan pendekatan pemasaran di berbagai media sosial. Bagaimana pendapat Anda? diferensiasi produk seperti apa yang berhasil Anda lakukan? para pembaca akan dengan senang hati mendengar pengalaman Anda. Ayo berbagi kisah.